Dewi Sukses Berbisnis
Kerajinan Dari Daun – Seperti telah
disebutkan dalam artikel sebelumnya bahwa Dewi mampu mengekspor kerajinan
buatannya dalam jumlah sangat banyak. Kemudian berjalan waktu, pada tahun 2007
sebuah kejadian tak diperkirakan sebelumnya terjadi dimana perusahan eksportir
tersebut mengalami gulung tingkar atau bangkrut. Praktis, pesanan pun tidak
ada. Namun yang membuat Dewi bingung adalah hasil produk kerajinannya yang
banyak sudah dibuat mau dikemanakan dan para pekerjanya harus dikemanakan.
Selain itu, wanita periang ini masih bingung dalam melanjutkan usaha kerajinan
daun keringnya.
Akhirnya, dengan terpaksa ia
menghentikan sementara proses produksi kerajinan daunnya dan lebih memilih
untuk mengoptimalkan pemasaran produk-produknya. Ia memasarkan sendirian
produk-produk kerajinan dari limbah daun buatannya ke sejumlah teman. Selain
itu, Dewi juga mendisplay barang kerajinannya di warung milik ibunda tercinta
yang berseberangan dengan sebuah perkantoran.
Keberuntungan menghampiri,
salah seorang pengunjung warung melihat kerajinan buatan Dewi dan langsung
memesannya sekitar 750 buah sebagai merchandise pernikahannya. Adapun harga
produk kerajinannya dipatok Rp.1.500 perbuah. Mulailah wanita baik hati ini
semangat kembali menjalankan usaha kerajinan dari daun limbah ini.
Dengan penuh ketelatenan,
Dewi membuat produk kerajinan dari daun itu sebanyak 750 buah dengan penuh
semangat. Produk merchandise itu kemudan diberinya label olehnya dengan nama De
Tanjung disertai alamat, nomor telepon dan juga situsnya yang didesain sangat
sederhana. Selain itu, untuk lebih membuka pasar baru, Dewi menitipkan barang
kerajinan buatannya di berbagai pusat kerajinan dan toko buku Gramedia dengan
sistem bagi hasil atau konsinyasi. Hasilnya ternyata produk kerajinannya laris
manis dibeli konsumen.
Sejak saat itulah Dewi
semakin semangat menjalankan usaha kerajinannya. Wanita yang rajin beribadah
ini selalu mengikuti berbagai pameran kerajinan yang diadakan di berbagai
wilayah di tanah air. Dewi pun sering mengadakan pameran kerajinan atau
souvenir sendiri dan kartu undangan pernikahan bekerjasama dengan event
organiser. Produk yang dijualnya disesuaikan dengan keuangan para pelanggan
dimulai dari harga sekitar Rp. 3.000 - Rp. 50.000 perbuah.
Untuk memperluas pangsa
pasar, ia mewaralabakan bisnis kerajinannya. Dan berhasil dimana pelanggannya
banyak yang menjadi mitra bisnisnya. Usahanya kini tersebar di berbagai wilayah
di nusantara seperti di Palu, Bontang, Malang, Cirebon, Bekasi hingga ke
Papua.
Ditanya mengenai omzet
usahanya, dengan malu-malu ia mengatakan tahun 2008 omzetnya mencapai Rp.650
juta. Pada tahun 2009 omzetnya berkisar Rp.935 juta. Dan di tahun 2010 omzetnya
meningkat hingga sekitar Rp.1,1 miliar. Adapun keuntungan bersih yang diraihnya
berkisar Rp.273 juta. Sementara itu, kunci sukses usahanya adalah karena ia
mempunyai keberanian dalam menjalankan berbagai usaha dan Dewi memiliki tekad
yang sangat kuat untuk berhasil dalam bisnis.
Itulah yang bisa saya
sampaikan mengenai artikel berjudul kisah sukses Dewi Berbisnis Kerajinan dari
daun. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Salam sukses!
Baca juga
:
Menghasilkan Uang Dari Botol Bekas
Labels:
bisnis,
Kisah Sukses,
Pengusaha sukses,
rahasia sukses,
usaha kecil
Thanks for reading Dewi Sukses Berbisnis Kerajinan Dari Daun. Please share...!

0 Komentar untuk "Dewi Sukses Berbisnis Kerajinan Dari Daun"